Beberapa Gangguan Pencernaan Pada Bayi Yang Umum  Terjadi

0
Gangguan Pencernaan Pada Bayi.
Gangguan Pencernaan Pada Bayi.

Imamalicamii.com, Bayi memiliki pencernaan yang belum stabil dan rentan, oleh karena itu bayi disarankan hanya boleh mengonsumsi ASI hingga usia 6 bulan. Meskipun kehadiran susu formula dapat menggantikan ASI, tetap saja pencernaan bayi rentan terkenan berbagai gangguan. Gangguan pencernaan pada bayi cukup beragam, dan banyak penyebabnya sehingga para orang tua harus memperhatikan hal ini.

Gangguan Pencernaan Pada Bayi.
Gangguan Pencernaan Pada Bayi.

Untuk para orang tua yang baru memiliki anak tentu saja akan kurang mengerti dengan berbagai macam gangguan pencernaan pada bayi, padahal bayi rentan terkenan berbagai macam ganguan pencernaan. Berikut ini adalah beberapa gangguan pencernaan yang sering dialami oleh bayi, selain itu kenali juga gejala dan cara mengatasinya

Irritable bowel syndrome. Gangguan fungsi seluruh sistem pencernaan bayi sehingga menyebabkan sakit perut, sembelit, atau diare.  Penyebabnya belum diketahui pasti. Beberapa ahli memperkirakan berkaitan dengan kontraksi usus yang tidak normal.

  • Gejala:kebiasaan buang air besar (BAB) berubah,  lebih sering  jika diare dan  lebih jarang jika sembelit.
  • Cara MengatasiMenghentikan pemberian makanan atau minuman yang memicu timbulnya gejala, seperti yang banyak bumbu, terlalu manis, asam atau asin.

Hipertrofi Pilorus Stenosis

Penyebabnya karena kelainan saluran pencernaan, ditandai penyempitan  saluran usus 12 jari akibat penebalan  otot dinding usus, yang mengakibatkan  makanan akan dimuntahkan kembali oleh bayi.

  • Gejala: Muntah yang  biasanya muncul saat bayi berusia 2–12 minggu. 
  • Cara MengatasiMenjalani operasi kecil pada otot-otot pilorus yang disebut  Operasi dilakukan dengan menyayat,  tidak  memotong otot pilorus  yang menebal untuk melebarkan saluran.

Sakit Perut Berulang

Sering dialami  anak  usia 3 tahun. Bayi  akan rewel karena belum mampu mengemukakan keluhannya. Penyebabnya bisa  gangguan psikologis, sosial, dan lingkungan yang memicu stres, seperti hari pertama sekolah.

  • Gejala:Sakit perut berulang yang berupa serangan nyeri perut tiga kali atau lebih selama lebih dari tiga bulan dan mengakibatkan gangguan aktivitas.
  • Cara MengatasiMencari faktor penyebab utamanya. Bila disebabkan faktor psikis, konsultasikan kepada psikolog anak.

Diare Karena Alergi

Gangguan Pencernaan Pada Bayi.
Gangguan Pencernaan Pada Bayi.

Penyebabnya alergi terhadap protein susu sapi. Gejala:  Diare berlendir dan terkadang terdapat darah, kulit gatal kemerahan dan batuk berdahak.

  • Cara MengatasiMenghentikan pemberian susu sapi kepada bayi dan menggantinya dengan susu kedelai atau susu khusus yang proteinnya telah diproses. Hindari produk makanan yang mengandung susu sapi.

Radang Usus Buntu

Dalam istilah medis disebut Appendicitis atau peradangan pada appendiks (usus buntu).  Penyebabnya  karena ada sebagian kotoran di usus atau sisa makanan terperangkap di dalamnya. Apendiks yang radang akan  menyebabkan nyeri dan membuat usus rentan pecah.

  • Gejala: Sakit perut, terutama dimulai di sekitar pusar dan bergerak ke samping kanan bawah, nafsu makan menurun, mual dan muntah, diare dam  demam.
  • Cara MengatasiDilakukan operasi dengan membuka dinding perut untuk memotong dan membuang apendiks atau usus buntu yang meradang tersebut

Perdarahan Saluran Cerna Atas

Bayi menunjukkan cairan muntah disertai bercak darah segar atau darah yang berwarna kehitaman seperti kopi,  akibat darah yang mengalami denaturasi oleh asam lambung. Penyebabnya karena ada luka tukak dan  duodenum (pada usus 12 jari) atau ada varises pada kerongkongan yang pecah.

  • Gejala: Muntah darah dan kotoran (feses) yang dikeluarkan saat buang air besar berwarna hitam.
  • Cara MengatasiMembawa bayi ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Atresia Bilier

Gangguan pencernaan pada bayi yang sering terjadi di minggu pertama lahir. Gangguannya berupa penyumbatan total aliran empedu akibat saluran empedu hilang sebagian atau seluruhnya. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun diduga  berkaitan dengan infeksi oleh virus Sitomegalo Rubella, Rotavirus, dan Reovirus tipe 3.

  • Gejala: Bayi kuning sejak lahir, buang air kecil berwarna coklat dan  buang air besar berwarna putih seperti dempul.
  • Cara MengatasiMembawa bayi  ke dokter, karena biasanya diatasi dengan tindakan operasi,  tidak cukup dengan menjemur bayi  yang kuning  selama 2-3 minggu.

Itulah beberapa gangguan pencernaan pada bayi yang umumnya terjadi, selain itu para orang tua dapat mengenali gejala dan cara mengatasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here